
Gempa Yogyakarta
2012 Yogyakarta akan dilanda gempa tiap 3 tahun karena 2006 dan 2009 dilanda gempa?
Gempa skala 6.8 episentrum bersumber 263 km dari Yogyakarta (Wonosari) di kedalaman 15.9 km
10.202°S, 110.609°E terjadi tanggal 7 September 2009 16:12:21 UTC atau 23:12PM waktu lokal.
Gempa skala 7.0 episentrum bersumber 265 km dari Yogyakarta di kedalaman 10.0 km
7.962°S, 110.458°E terjadi tanggal 26 Mei 2006 22:53:58 UTC atau 27 Mei 2006 5:53AM waktu lokal.
Episentrum kedua gempa sangatlah berdekatan.
Tulisan saya yang sama untuk penjelasan gempa Tasikmalaya, silahkan baca di AWAS! 2012 Tasikmalaya Gempa?.
Musim Gempa Indonesia
Sukabumi, Cisarua, Cianjur, Ciamis Gempa Pagi ini. Tasikmalaya?
Kapan Semburan Lumpur Tasikmalaya Berhenti
GEMPA LAGI LEBARAN 1430H SUMATRA,BALI,JAWA
GEMPA KETIGA LEBARAN 1430H BALI,SUMATRA,JAWA
GEMPA LEBARAN 1430H BALI,JAWA,SUMATRA
HATI-HATI GEMPA LEBARAN 1430H SUMATRA DAN JAWA
Bangkalan Jawa Timur Gempa Kemaren Siang
2009 3009 ANGKA Gempa PADANG PARIAMAN. 2009 1010 ANGKA Gempa Tsunami ACEH?
2009 0110 Pagi ini Gempa Bengkulu dan Jambi Menyusul Gempa Padang
Selama 17 jam, 3x Gempa PADANG Sumatra Barat
Gempa Sumatra Barat Tiap Bulan 666 Gempa 40 Tahun
Pariaman Gempa Lagi Ba’da Isya Malam Ini
Angka Gempa 08102009 – 14102009 Prediksi Mentawai/ Pariaman/ Padang/ Bengkulu/ Jambi/ Sumatra Selatan
Prediksi Tanggal Gempa Pariaman 05102009 100% BENAR
PREDIKSI TANGGAL GEMPA PARIAMAN BENAR 100% : Angka Gempa 05102009 – 10102009 Prediksi Aceh/ Simeulue/ Nias/ Medan/ Pariaman
Angka Gempa 11102009 – 17102009 Prediksi Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat
Belum Ada Angka Gempa Prediksi Sumatra Selatan/ Selat Sunda/ Jawa Barat
Episentrum kedua gempa sangatlah berdekatan.
Apakah ada pola atau keterkaitan antara kedua gempa tersebut? Akankah ada gempa lagi dari Yogyakarta? Tahun 2012 – setiap 3 tahun? Setiap bulan ganjil – November?
Seperti yang sudah saya prediksikan gempa untuk 3 tahun ke depan (2012) di Tasikmalaya maka sekali lagi terbukti prediksi saya bahwa pengulangan gempa juga terjadi tahun 2009 di Yogyakarta, sebagai pengulangan 3 tahun untuk terjadi kembali tahun 2012. Penjelasannya adalah di bawah ini.

Gempa Tasikmalaya Yogyakarta
Dari gambar di atas pusat gempa bertanda warna kuning berada di lempeng Eurasia di mana bersinggungan dengan lempeng IndoAustralia.
Sewaktu-waktu lempeng ini akan bergeser patah menimbulkan gempa bumi tektonik. Selanjutnya jika terjadi tumbukan antarlempeng tektonik dapat menghasilkan tsunami.
Jadi sudah hal yang lumrah bahwa akan terjadi gempa bumi tektonik bahkan tsunami. Hanya saja kapan waktunya dan petunjuk alam seperti apa yang perlu terus dicari dan dicermati.

Gempa lempeng (update 8 September 2009, sesaat gempa utara Sumatra), (update 9 September 2009, sesaat gempa selatan Sumatra)
Gempa Tsunami 9.3 di Aceh tanggal 26 Desember 2004 7:58:53AM memiliki episentrum
3.316° N 95.854° E, 160 km sebelah barat Aceh sedalam 10 km, bertanda kuning.
Gempa 6.8 di Simeulue 26 Pebruari 2005 12:56:51 UTC atau 7:56:51 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.926°N, 95.557°E, 315 km dari Banda Aceh & Medan sedalam 27.1 km, bertanda kuning.
Gempa 6.5 di Simeulue 19 November 2005 14:10:14 UTC atau 9:10:14 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.220°N, 96.763°E, 260 km dari Medan sedalam 30 km, bertanda kuning.
Gempa 7.4 di Simeulue 20 Pebruari 2008 08:08:32 UTC atau 03:08:32 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.778°N, 95.978°E, 310 km dari Banda Aceh & Medan sedalam 35 km, bertanda kuning.
Ketiga gempa Simeulue memiliki episentrum yang sangat berdekatan, gempa ketiga tepat berulang 3 tahun.
Gempa Sumatra Utara 8.6 28 Maret 2005 16:09:36 (UTC) atau 11:09:36 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.074°N, 97.013°E, 245 km Medan sedalam 30.0 km, bertanda kuning. Gempa ini hanya berselang 1 bulan dari gempa Simeulue. Gempa besar ini memancing gempa berikutnya di Nias.
Gempa 6.9 di Sumatra Utara 19 May 2005 01:54:52 UTC atau 8:54:52 AM waktu lokal memiliki episentrum
1.965°N, 96.976°E, 260 km dari Medan sedalam 30.0 km, bertanda kuning. Gempa ini hanya 3 hari setelah gempa di Nias.
Gempa 6.7 di Sumatra Utara 5 July 2005 01:52:02 UTC atau 8:52:02 AM waktu lokal memiliki episentrum
1.836°N, 97.034°E, 265 km dari Medan sedalam 21.0 km, bertanda kuning. Gempa ini hanya 2 bulan setelah gempa di Nias, di mana episentrum semakin naik ke permukaan bumi.
Gempa 6.7 di Nias 14 May 2005 05:05:18 UTC atau 12:05:18 PM waktu lokal memiliki episentrum
0.586°N, 98.401°E, 130 km dari Sibolga sedalam 34.0 km, bertanda kuning. Gempa ini hanya 2 bulan setelah gempa di Sumatra Utara.
Gempa 6.8 di Nias 16 May 2006 15:28:26 UTC atau 10:28:26 PM waktu lokal memiliki episentrum
0.081°N, 97.073°E, 260 km dari Sibolga sedalam 16.2 km, bertanda kuning. Gempa ini tepat 1 tahun dari gempa sebelumnya, dengan episentrum yang berdekatan, di mana episentrum semakin naik ke permukaan bumi.
Gempa Mentawai 7.9 12 September 2007 23:49:04 UTC atau 13 September 2007 06:49:04 AM waktu lokal memiliki episentrum
2.506°S, 100.906°E, 190 km Padang sedalam 30.0 km, bertanda kuning. Gempa ini terjadi hanya 12 jam sesudah terpancing gempa Bengkulu yang besar.
Gempa Mentawai 7.2 25 Pebruari 2008 08:36:35 UTC atau 03:36:35 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.352°S, 160.018°E, 190 km Padang sedalam 35.0 km, bertanda kuning. Gempa ini hanya 5 hari sesudah gempa Simeulue, yang berjarak lebih jauh dari episentrum Tsunami Aceh.
Gempa Mentawai 5.1 1 September 2009 23:47:48 UTC atau 06:47:48 AM waktu lokal memiliki episentrum
1.296°S, 99.523°E, 100 km Padang sedalam 43.6 km, bertanda kuning. Gempa ini tepat 2 tahun dari gempa Mentawai sebelumnya. Tepat 1 hari kemudian terjadi gempa besar di Tasikmalaya.
Ketiga gempa Mentawai tersebut memiliki episentrum yang hampir berdekatan, dengan pusat makin ke dalam permukaan bumi. Secara umum, semakin ke atas episentrum maka gempa lebih besar, semakin ke dalam episentrum maka gempa lebih kecil, namun karena sebab lain bisa terjadi sebaliknya.
Dapat diprediksikan akan terjadi gempa di episentrum yang sama di Simeulue, Sumatra Utara, dan Nias, di akhir tahun 2009 / paling lambat awal 2010.
“Update 12 Oktober 2009, terjadi gempa Padang, Aceh, dan Nias. Andai ada yang memperhatikan tulisan bodoh ini, mungkin korban gempa Padang …….”
Apakah akan terjadi kembali gempa tsunami di Aceh? Kapan? 2012? Apakah sebesar sebelumnya?
Sesaat saya update tulisan ini, ternyata benar sesuai prediksi saya akan kembali terjadi gempa sebagai kaitan gempa Mentawai 1 September 2009, tepatnya di utara Sumatra.
Gempa 5.1 di utara Sumatra tanggal 8 September 2009 03:39:51 UTC atau 10:39:51AM waktu lokal memiliki episentrum
5.167°N, 94.153°E, 135 km Banda Aceh sedalam 55.1 km, bertanda kuning. (ditambahkan 8 September 2009, sesaat gempa terjadi)
Jika diperhatikan lebih lanjut bahwa pernah terjadi gempa di episentrum yang sama, yaitu :
Gempa 6.7 di utara Sumatra tanggal 1 Januari 2005 06:25:44 UTC atau 01:25:44AM waktu lokal memiliki episentrum
5.09°N, 92.3°E, 340 km Banda Aceh sedalam 12 km, bertanda kuning. Gempa ini merupakan gempa yang pertama tercipta setelah gempa tsunami Aceh.
Artinya gempa utara Sumatra merupakan pengulangan gempa 4 tahun yang lalu.
Gempa 8.5 di Bengkulu tanggal 12 September 2007 11:10:26 UTC atau 06:10:26 PM waktu lokal memiliki episentrum
4.520°S, 101.374°E, 130 km Bengkulu sedalam 34 km, bertanda kuning.
Gempa 6.7 di Bengkulu tanggal 20 September 2007 08:31:14 UTC atau 03:31:14 PM waktu lokal memiliki episentrum
2.025°S, 100.136°E, 305 km Bengkulu sedalam 30 km, bertanda kuning.
Gempa 6.7 di Bengkulu tanggal 24 Oktober 2007 21:02:52 UTC atau 04:02:52 AM waktu lokal memiliki episentrum
3.838°S, 100.909°E, 140 km Bengkulu sedalam 30 km, bertanda kuning.
Gempa 5.9 di Bengkulu tanggal 28 Juli 2008 08:43:12 UTC memiliki episentrum
5.482°S, 101.624°E, 204 km Bengkulu sedalam 35 km, bertanda kuning. Gempa ini 5 bulan sesudah gempa Simeulue.
Gempa 4.7 di Bengkulu tanggal 22 Agustus 2009 10:30:02 UTC memiliki episentrum
3.631°S, 102.987°E, 165 km Bengkulu sedalam 51.3 km, bertanda kuning.
Gempa 4.5 di Bengkulu tanggal 26 Agustus 2009 01:52:01 UTC memiliki episentrum
3.631°S, 102.987°E, 81 km Bengkulu sedalam 35 km, bertanda kuning.
Keenam gempa Bengkulu memiliki episentrum yang sangat berdekatan.
Saya update 9 September 2009 sesaat sesudah gempa baru siang ini di Sumatra Selatan, yang berdekatan dengan gempa Bengkulu. Sesuai perkiraan saya, gempa akan terus terjadi dalam waktu dekat ini.
Gempa 5.0 di Sumatra Selatan tanggal 9 September 2009 04:02:14 UTC atau 11:02:14 AM waktu lokal memiliki episentrum
5.301°S, 103.371°E, 200km Lampung sedalam 77.9 km, bertanda kuning.
Dari gempa terbaru di utara Sumatra dan Sumatra Selatan, tampak jelas bahwa episentrum gempa tsunami Aceh, Simeulue, Sumatra utara, dan Nias adalah daerah yang berada antara episentrum gempa Mentawai, utara Sumatra, dan Sumatra Selatan, yang baru saja terjadi gempa. Dapat diprediksi 4 episentrum tersebut akan terjadi gempa juga dalam waktu dekat. (ditambahkan 8 September 2009, sesaat gempa utara Sumatra terjadi dan diupdate 9 September 2009, sesaat gempa Sumatra Selatan ).
Semua gempa di atas jelas-jelas baru terjadi setelah dipicu oleh gempa besar tsunami Aceh. Gempa tsunami Aceh seolah-olah menjadi kunci pembuka PORTAL dimensi makhluk bawah bumi, yang melepaskan makhluk Tuhan lainnya yang selama ini sangat lama bersemayam, bangun dari tidurnya untuk mencari dan menciptakan keseimbangan dan kesetimbangan baru dunia. Dari semua rangkaian gempa di atas tentunya memiliki suatu aturan sebab kejadian yang sama.
Tampak dari gempa-gempa tersebut, semuanya berada di lempeng Eurasia yang bertemu dengan lempeng IndoAustralia. Gempa akan terus terjadi di pertemuan tersebut bahkan di episentrum yang hampir sama. Semua wilayah Indonesia di pertemuan lempeng tersebut, berpotensi gempa.
Pertanyaannya mengapa episentrum terjadi selalu di sekitar daerah dan kedalaman tersebut di mana pertemuan kedua lempeng tersebut mulai dari ujung Sabang – Sumatra hingga sekitar Nusa Tenggara – Timor. Struktur lapisan bumi yang terluar adalah kerak bumi setebal 85km (puncaknya ada di gunung tertinggi di dunia) di mana ketebalan di perbatasan dengan laut menipis menjadi 5km. Itulah mengapa sumber episentrum di kedalaman kurang dari 85km.
Berdasarkan hukum kekekalan energi dan hukum fisika lainnya tentang tekanan, gaya, dan bejana berhubungan, di kedalaman laut sumber episentrum antara kedua lempeng tersebut terdapat lubang. Dari struktur lapisan bumi, setelah kerak bumi terdapat lapisan mantel setebal 2800km dengan suhu yang berbatasan dengan kerak bumi ±1300 °C-1500 °C dan yang berbatasan dengan inti bumi (bagian terdalam bumi) ±1500 °C-3000 °C. Kerak bumi yang berlubang tersebut merupakan titik yang lemah. Energi panas sebesar itu melalui mekanisme yang ada dalam lapisan bumi akan bertransformasi menjadi energi mekanik yang keluar dari lubang tersebut yang akan menggeser kedua lempeng tersebut.
Bayangkan berapa besar energi yang dikeluarkan dari inti bumi yang mampu menggeser kedua lempeng, seberapa besar jika dibandingkan dengan ledakan bom atom/nuklir. Maha Besar dan Kuasa, Allah yang menciptakan bumi lengkap dengan semua mekanisme dan rahasianya.

Jadi akan terjadi gempa tektonik berikutnya jika sudah terakumulasi energi mekanik / dorong yang cukup besar yang keluar dari lubang kerak bumi yang mampu menggeser kedua lempeng tersebut. Semakin cepat tersedianya energi dorong yang cukup maka semakin cepat terjadi gempa tektonik berikutnya. Semakin besar tersedianya energi dorong maka semakin besar gempa tektonik yang terjadi, yang dapat menimbulkan tsunami. Tsunami tersebut adalah dampak dari rambatan energi mekanik yang berasal dari lubang kerak bumi.
SEBAB GEMPA mengacu HUKUM KEKEKALAN ENERGI
Terjadinya gempa di utara Sumatra sesudah gempa tsunami Aceh disebabkan karena lempeng EuroAsia paling tipis di sekitar wilayah Indonesia. Gempa tsunami Aceh menyebabkan lubang antara kedua lempeng tersebut. Lubang juga tercipta secara serentak di sekitar Simeulue, Sumatra Utara, Nias, Mentawai, Tasikmalaya, dan Yogyakarta. Lubang-lubang yang terdekat dengan episentrum gempa tsunami Aceh memiliki ukuran lebih besar dibandingkan yang lebih jauh sehingga gempa lebih sering terjadi di sekitar episentrum Simeulue, Sumatra Utara, Nias, dan Mentawai dibandingkan Tasikmalaya dan Yogyakarta. Kemungkinan lubang-lubang baru tercipta sangat sulit jika tidak ada gempa sebesar gempa tsunami Aceh 9.1 namun lubang-lubang yang juga sudah tercipta juga sangat sulit tertutup sehingga gempa akan terus terjadi di sekitar lubang yang sudah tercipta dan terbuka. Lubang yang makin besar memungkinkan energi dari mantel bumi (bahkan inti bumi) lebih mudah dan sering keluar untuk menggeser lempeng-lempeng tersebut sehingga menimbulkan gempa bahkan tsunami. Sebagai ilustrasi sederhana adalah lumpur Lapindo Sidoarjo yang sudah beberapa tahun tidak mau berhenti keluar dari dalam bumi, yang sengaja dibuat lubang oleh manusia, lumpur hanya akan berhenti keluar jika semua lumpur yang terperangkap di kerak bumi habis keluar didorong oleh energi panas bumi. Untuk gempa-gempa di atas, lubang secara tidak sengaja diciptakan oleh alam dari gempa tsunami besar di Aceh.
Lebih jauh dalam kurun waktu yang sangat lama (ratusan tahun), lubang tektonik yang tercipta tersebut kemungkinan secara perlahan dapat berevolusi menjadi muara gunung berapi sebagai sumber gempa vulkanik bawah laut, seperti gunung berapi bawah laut Krakatau.
Berikut riwayat gempa di Indonesia :
- 1917 01 20 – Bali, Indonesia Fatalities 1,500
- 1938 02 01 – Banda Sea, Indonesia – M 8.5
- 1965 01 24 – Sanana, Indonesia (Ceram Sea) – M 7.6 Fatalities 71
- 1976 06 25 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 5,000
- 1992 12 12 – Flores Region, Indonesia – M 7.8 Fatalities 2,500
- 2000 06 04 – Southern Sumatera, Indonesia – M 7.9 Fatalities 103
- 2002 10 10 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.6 Fatalities 8
- 2002 11 02 – Northern Sumatera, Indonesia – M 7.4 Fatalities 3
- 2003 05 26 – Halmahera, Indonesia – M 7.0 Fatalities 1
- 2004 01 28 – Seram, Indonesia – M 6.7
- 2004 02 05 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.0 Fatalities 37
- 2004 02 07 – Irian Jaya, Indonesia – M 7.3
- 2004 07 25 – Southern Sumatra, Indonesia – M 7.3
- 2004 11 11 – Kepulauan Alor, Indonesia – M 7.5 Fatalities 34
- 2004 11 26 – Papua, Indonesia – M 7.1 Fatalities 32
- 2004 12 26 – Sumatra-Andaman Islands – M 9.1 Fatalities 227,898
- 2005 01 01 – Off the West Coast of Northern Sumatra – M 6.7
- 2005 02 19 – Sulawesi, Indonesia – M 6.5
- 2005 02 26 – Simeulue, Indonesia – M 6.8
- 2005 03 02 – Banda Sea – M 7.1
- 2005 03 28 – Northern Sumatra, Indonesia – M 8.6 Fatalities 1,313
- 2005 04 10 – Kepulauan Mentawai Region, Indonesia – M 6.7
- 2005 05 14 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
- 2005 05 19 – Nias Region, Indonesia – M 6.9
- 2005 07 05 – Nias Region, Indonesia – M 6.7
- 2005 11 19 – Simeulue, Indonesia – M 6.5
- 2006 01 27 – Banda Sea – M 7.6
- 2006 03 14 – Seram, Indonesia – M 6.7 Fatalities 4
- 2006 05 16 – Nias Region, Indonesia – M 6.8
- 2006 05 26 – Java, Indonesia – M 6.3 Fatalities 5,749
- 2006 07 17 – South of Java, Indonesia – M 7.7 Fatalities 730
- 2007 01 21 – Molucca Sea – M 7.5 Fatalities 4
- 2007 03 06 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.4 Fatalities 67
- 2007 07 26 – Molucca Sea – M 6.9
- 2007 08 08 – Java, Indonesia – M 7.5
- 2007 09 12 – Southern Sumatra, Indonesia – M 8.5 Fatalities 25
- 2007 09 12 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.9
- 2007 09 20 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.7
- 2007 10 24 – Southern Sumatra, Indonesia – M 6.8
- 2007 11 25 – Sumbawa Region, Indonesia – M 6.5 Fatalities 3
- 2008 02 20 – Simeulue, Indonesia – M 7.4 Fatalities 3
- 2008 02 25 – Kepulauan Mentawai region, Indonesia – M 7.2
- 2008 11 16 – Minahasa, Sulawesi, Indonesia – M 7.4 Fatalities 6
- 2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.6 Fatalities 5
- 2009 01 03 – Near the North Coast of Papua, Indonesia – M 7.4
- 2009 02 11 – Kepulauan Talaud, Indonesia – M 7.2
- 2009 09 02 – Java, Indonesia – M 7.0 Fatalities 46
- 2009 09 07 – Yogyakarta – M6.8
- 2009 09 08 – Utara Sumatra – M5.1
- 2009 09 08 – Laut Bali M5.1
- 2009 09 09 – Minahasa M5.5
- 2009 09 09 – Sumatra Selatan M5.0
Filed under: satelit Ditandai: | bahaya, bencana, fish, fishing, gempa, geografi, ikan, indonesia, kapal, laut, makanan, mancing, musibah, nusantara, ocean, perahu, provinsi, pulau, satelit, tasikmalaya, terumbu, Tsunami, Yogyakarta
Kajian yang menarik dan dapat menambah wawasan kita.
Pak Richo mohon informasinya bagaimana dengan Gunung Lawu??
Terima kasih
terima kasih pertanyaannya …
maaf utk sementara ini, saya hanya bisa fokus ke tektonik, bukan vulkanik … karena keterbatasan ilmu saya dan luasnya ilmu vulkanologi …
tetap waspada
pak richo sore ini di atas awan berbentuk bundaran dan ada 1 garis yg turun ke bawah bentuk seperti badai apakah itu tanda gempa kami tinggal di bandar jaya gunung sugih lampung tengah thanks
08-Apr-10 15:58:20 WIB
5.19 LS – 104.97 BT
5.1 SR
Kedalaman darat : 180 Km
37 km Barat Daya GUNUNG SUGIH-LAMPUNG
jam berapa awannya? ada teori yg menjelaskan tentang awan gempa seperti itu. kalo ada fotonya lebih bagus … bisa di-share dgn yg lain
saya pernah juga share kiriman blogger foto spt itu tetapi lupa posting di tulisan apa (kebanyakan posting lupa sendiri ….)
trima kasih laporan dari TKP
tetap waspada